Ocean Blue Shark Surfboard

Rabu, 19 Februari 2020

Pengertian Debat

Dalam kehidupan sehari-hari, debat merupakan pertentangan argumentasi untuk mendapatkan kemenangan oleh pihak tertentu yang ditandai dengan kelogisan argumentasi dan kejelasan fakta yang dikemukakannya. Debat umumnya terjadi terkait dengan isu-isu yang kontroversial atau mengundang pro dan kontra di masyarakat. Isu itu mendapat tanggapan sekurang-kurangnya dari dua belah pihak, yang kemudian ditanggapi dari berbagai sudut pandang dengan alasan-alasan yang mendukung atau yang tidak mendukung. Agar dapat dipahami orang lain, peserta debat harus menyampaikan argumentasinya dengan kemampuan komunikasi yang baik.

Debat sering pula diperlombakan atau menjadi ajang di dalam pemilihan seorang pemimpin (presiden, gubernur, bupati, wali kota). Dengan kegiatan tersebut dapat diperoleh gambaran tentang penguasaan seseorang menyelesaikan masalah, berpikir kritis, kematangan seseorang di dalam berargumentasi, pengendalian emosi, dan kemampuan berkomunikasinya. Di dalam kegiatan tersebut, setiap peserta dapat berbicara secara bergiliran dalam menyampaikan isu ataupun di dalam menanggapinya.

Suatu perdebatan akan terjadi karena adanya isu atau masalah yang bersifat pro dan kontra. Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang dimaksud dengan masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan atau dipecahkan. Melalui suatu perdebatan, masalah-masalah itu diharapkan dapat terselesaikan dengan baik. Hal ini karena perdebatan itu sendiri merupakan kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik secara perorangan maupun kelompok, dalam mendiskusikan dan memutuskan masalah dan menentukan suatu kebenaran.

Kamis, 23 Januari 2020

Strategi dalam Negosiasi

Strategi Pertama
  1. Menang-menang, pihak-pihak yang berunding sama-sama memperoleh keuntungan.
  2. Menang-kalah, salah satu pihak memperoleh keuntungan atau hasil maksimal dari sesuatu yang diinginkan dari perundingannya itu.
  3. Kalah-kalah, semua pihak tidak memperoleh keuntungan apa pun alias perundingan mengalami kegagalan.



Strategi Kedua
  1. Membuat agenda, dengan memberikan waktu atau kesempatan kepada mitra bicara untuk mempertimbangkan tawaran-tawaran yang diberikannya.
  2. Memberikan jaminan-jaminan, dengan memberikan kemudahan, fasilitas, dan sejenisnya kepada mitra bicara agar ia mau menerima tawaran-tawarannya.
  3. Mengancam, dengan menyampaikan hal-hal yang bisa merugikan pihak mitra jika tidak menyetujui usul yang diajukan.
  4. Berbohong/memanipulasi, dengan cara menyampaikan informasi-informasi palsu yang bisa menekan atau menimbulkan belas kasihan mitra bicara.
  5. Melibatkan pihak lain, dengan meminta pihak lain guna menekan, membujuk, atau memengaruhi mitra bicara.

Kaidah Kebahasaan Negosiasi


  1. Kalimat dialogis: percakapan dua orang atau lebih.
  2. Kalimat santun, persuasif: harap, minta, mudah-mudahan.
  3. Kalimat bersyarat: jika, seandainya.
  4. Kalimat kausalitas: seandainya, karena, sehingga.
  5. Kalimat berita: deklaratif/statement.
  6. Kalimat tanya: interogatif/question.
  7. Kalimat perintah: imperatif/command.


Struktur Negosiasi



Contoh Pertama
  1. Orientasi atau pengenalan topik/masalah negosiasi.
  2. Pengajuan atau pernyataan dari negosiator pertama.
  3. Penawaran atau pernyataan-pernyataan dari kedua belah pihak.
  4. Kesepakatan atau keputusan antara kedua belah pihak.




Contoh Kedua
  1. Orientasi adalah pengenalan awal atau perbincangan awal antara pembeli dan penjual.
  2. Permintaan adalah saat di mana pembeli menanyakan atau mencari barang yang sedang ingin ia beli.
  3. Pemenuhan adalah saat di mana penjual menawarkan barang dagangannya kepada pembeli.
  4. Penawaran adalah klimaks dari teks negosiasi karena terjadi tawar menawar antara penjual dan pembeli.
  5. Persetujuan adalah saat di mana pembeli setuju dengan harga yang sudah ia tawar dengan penjual.
  6. Pembelian adalah saat pembeli memberikan uangnya kepada penjual.
  7. Penutup adalah akhir dari negosiasi, yaitu berupa perpisahan antara penjual dan pembeli atau pembeli yang meninggalkan lapak penjual.

Ciri-ciri Negosiasi


  1. Melibatkan dua pihak atau lebih, baik secara perorangan, kelompok, perwakilan organisasi, ataupun perusahaan.
  2. Pada umumnya berbentuk komunikasi langsung (tatap muka), menggunakan bahasa lisan, didukung oleh gerak tubuh dan ekspresi wajah. Dalam komunikasi tertulis, dinyatakan dalam bentuk surat. Misalnya, berupa surat penawaran dan surat permintaan penawaran.
  3. Mengandung konflik, pertentangan, ataupun perselisihan.
  4. Menyelesaikan perbedaan kepentingan melalui tawar-menawar (bargain) atau tukar-menukar (barter).
  5. Menyangkut suatu rencana, program, sesuatu keinginan, atau sesuatu yang belum terjadi.
  6. Berujung pada dua hal: sepakat atau tidak sepakat.

Fungsi Negosiasi

Di dalam pergaulan sehari-hari, kecakapan bernegosiasi sangat diperlukan. Dalam kehidupan yang lebih luas, kecakapan tersebut diperlukan dalam pergaulan masyarakat, bidang pekerjaan, dan kehidupan bernegara. Dalam bidang-bidang tersebut, banyak sekali kegiatan yang harus diselesaikan melalui negosiasi-negosiasi.

Berikut contoh-contoh kegiatan lainnya yang perlu diselesaikan melalui negosiasi:
  1. Jual beli barang.
  2. Jasa.
  3. Penggajian karyawan.
  4. Penempatan tenaga kerja.
  5. Penyusunan program-program organisasi.
  6. Pembagian warisan.
  7. Sengketa rumah atau tanah.
  8. Pembangunan fasilitas-fasilitas umum.
  9. Penentuan calon wakil rakyat dalam suatu partai politik.

Pengertian Teks Negosiasi

Negosiasi didefinisikan sebagai suatu bentuk interaksi sosial untuk melakukan kompromi tentang keinginan yang berbeda ataupun bertentangan. Negosiasi juga dapat diartikan sebagai upaya untuk mencapai suatu kesepakatan melalui suatu bentuk diskusi atau percakapan. Definisi lainnya adalah sebagai berikut:

  1. Proses penetapan keputusan secara bersama antara beberapa pihak yang memiliki keinginan berbeda.
  2. Suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati oleh dua pihak atau lebih untuk mencapai kepuasan pihak-pihak yang berkepentingan.